Email

Front Office

Fax


Baca Artikel

Apa itu Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) Lumbal dalam Diagnosis Low Back Pain? Ini Penjelasan Fungsi dan Prosedurnya.

Sabtu, 29 Juli 2023 10:04 Wita Penulis : Ayu Mandira Gandi 10 bulan yang lalu
0 14628 14628
Share :

 

Nyeri punggung bawah atau juga dikenal dengan sebutan Low Back Pain merupakan masalah kesehatan yang sering dikeluhkan di seluruh dunia, berdasarkan data National Health Interview Survey (NHIS) tahun 2009 persentase penderita Low Back Pain (LBP) di Amerika Serikat telah mencapai sebesar 28,5%. Angka ini berada pada urutan pertama tertinggi untuk kategori nyeri yang sering dialami kemudian diikuti oleh cefalgia dan migren pada urutan kedua sebesar 16%. Data untuk jumlah penderita Low Back Pain (LBP) di Indonesia tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan bervariasi antara 7,6% sampai 37% (Koesyanto, 2013).

MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau pencitraan resonansi magnetik merupakan salah satu modalitas penunjang medis yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur organ dalam tubuh dan telah digunakan secara luas dalam meneggakan diagnosa, sehingga untuk menegakkan diagnosis LBP kronik peranan Pemeriksaan MRI Lumbal perlu diketahui fungsi dan bagaimana prosedurnya.

PENDAHULUAN

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), nyeri punggung bawah adalah salah satu alasan paling umum pasien untuk melakukan kunjungan rawat jalan ke rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya.

LBP dapat disebabkan oleh kondisi seperti spondilolisis–spondilolistesis, HNP, infeksi, tumor, fraktur dan gangguan pada tulang belakang lainnya (VOL 9 NO 2 (2020): VOL 9 NO 02(2020): E-JURNAL MEDIKA UDAYANA).

LBP tidak dapat diidentifikasikan hanya dengan keluhan pasien, riwayat penyakit dan juga pemeriksaan fisik. Kebanyakan penderita low back pain, merasakan nyeri pada titik lokasi yang berbeda - beda. Salah satu metode diagnosis yang paling efektif yang sering digunakan adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI). Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan salah satu modalitas penunjang medis yang digunakan untuk mendiagnosa suatu penyakit yang mampu menghasilkan citra high resolution terhadap jaringan lunak dan mampu menampilkan berbagai potongan (sagital, axial, coronal dan oblique) menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi dan resonansi inti atom hidrogen (Kartawiguna, 2015).

Pemeriksaan MRI Lumbal pemeriksaan yg dilakukan pada pasien dengan keluhan LBP kronik dapat membantu dokter dalam menegakan diagnosa untuk memeriksa penyebab dari LBP apakah adanya spondilotithesis di mana vertebra terlepas dari tempatnya yang dapat memengaruhi keselarasan tulang belakang, mendeteksi kelainan tulang belakang atau sumsum tulang belakang, mendeteksi adanya perubahan degenerative pada diskus lumbal, seperti herniasi pada diskus atau diskus yang rusak yang disebut fisura annular yang dapat menyebabkan nyeri kaki, mengevaluasi setiap peradangan pada sumsum tulang belakang atau saraf, periksa tumor pada atau di sekitar sumsum tulang belakang, stenosis kanal vertebral sentral, di mana terjadi penyempitan yang menyebabkan kompresi saraf di tulang belakang, ankylosing spondylitis, yang mungkin melibatkan peradangan dan perubahan bentuk tulang belakang, memantau kerusakan tulang belakang setelah cedera, memantau tulang belakang setelah operasi, dan mengeksplorasi berbagai penyebab nyeri punggung bawah lainnya.

Sehingga untuk menegakkan diagnosis pasien dengan keluhan LBP kronik peranan Pemeriksaan MRI Lumbal perlu diketahui fungsi dan bagaimana prosedurnya untuk menghasilkan secara detail gambaran Lumbal dengan kualitas gambar yang optimal sebagai alat diagnostik agar dapat menegakkan diagnosa secara akurat sehingga pasien bisa mendapatkan tindakan dan terapi pengobatan yang tepat.

DEFINISI, KARAKTERISTIK dan MANIFESTASI LBP

Nyeri punggung bawah atau low back pain adalah kondisi ketika punggung bagian belakang terasa nyeri hebat hingga menghambat aktivitas sehari-hari. nyeri ini berasal dari gangguan yang terjadi pada muskuloskeletal yang diakibatkan oleh aktivitas tubuh yang berlebihan ataupun posisi tidur yang kurang tepat. Pada beberapa kasus, nyeri bisa terasa hingga ke paha bahkan menjalar hingga ke kaki atau dapat menimbulkan rasa nyeri yang menusuk dan terasa seperti tersengat listrik dan tahapan paling parah adalah kesulitan berdiri akibat nyeri yang ditimbulkan.

Karakteristik Low Back Pain Berdasarkan Sumber Nyeri Menurut Wiarto (2017)

Gambar 2.1

Manifestasi klinis Low Back Pain

Berikut ini merupakan manifestasi klinis atau tanda dan gejala dari Low Back Pain menurut Wiarto, Giri. 2017 :

  1. Nyeri punggung akut atau kronis (berlangsung lebih dari 3 bulan tanpa perbaikan) dan keletihan.
  2. Nyeri tungkai yang menjalar ke bawah (radikulopati,skiatika) gejala ini menunjukkan adanya gangguan pada radiks saraf.
  3. Gaya berjalan, mobilitas tulang belakang, refleks, panjang tungkai, kekuatan motorik tungkai, dan persepsi sensori dapat pula terganggu.
  4. Spasme otot paravertebal (peningkatan drastis tonus otot postural punggung) terjadi disertai dengan hilangnya lengkung normal lumbal dan kemungkinan deformitas tulang belakang.

Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) Lumbal

MRI sebagai modalitas unggulan dalam metode pencitraan dari organ dan jaringan lunak dalam tubuh tanpa menggunakan radiasi pengion yang memiliki kualitas detail gambaran anatomi yang optimal jika dibandingkan Rontgen X-ray ataupun CT-Scan.

Kelebihan dari Pemeriksaan MRI

  1. Pemeriksaan MRI tidak menyebabkan rasa nyeri kepada pasien
  2. Secara umum, pemeriksaan MRI tidak memberikan efek negative terhadap ASI yang dihasilkan oleh ibu menyusui yang sedang diperiksa.
  3. MRI tidak menggunakan radiasi pengion melainkan menggunakan gelombang elektromagnetik yang hingga saat ini tidak terbukti menimbulkan efek buruk kepada pasien
  4. MRI merupakan modalitass pencitraan pilihan yang baik untuk mendiagnosis berbagai kelainan terutama pada saraf tulang belakang, jaringan lunak, persendian, abdomen, pembuluh darah, jantung dan jaringan tubuh lainnya karena memiliki sensifitas yang lebih baik dibandingkan x-ray dan CT-Scan
  5. MRI dapat untuk melihat adanya kelainan sumbatan pembuluh darah, menilai distribusi darah baik di otak maupun di jantung (Perfusion Imaging), stroke secara dini, mengamati karakteristik tumor-tumor tertentu (melihat metabolism yang ada di dalam sebuah tumor), menilai fungsi organ tertentu secara dinamik (Functional MRI).

Kekurangan dari Pemeriksaan MRI

  1. Terdapat keterbatasan dalam pemeriksaan MRI seperti untuk pasien yang yang menggunakan alat Pacu jantung tidak dapat melakukan pemeriksaan MRI
  2. Memiliki Lorong yang sempit sehingga kurang nyaman bagi pasien yang memiliki claustrophobia (ketakutan berlebih terhadap ruangan yang sempit dan tertutup)
  3. Terdapat suara noise saat pemeriksaan sedang berlangsung
  4. Durasi waktu pemeriksaan yang lama 20 menit bahkan hingga 1 jam
  5. Biaya Pemeriksaan tergolong mahal dibandingkan pemeriksaan radiologi lainnya.

Dalam tulisan Widya Panduwinata yang berjudul Peranan MRI dalam Diagnosis Nyeri Punggung Bawah menyebutkan bahwa Metaanalisis 220 artikel studi epidemiologi oleh Europe PMC Funders Group dari tahun 1976 sampai 2011, tentang potensi hasil MRI dalam menentukan diagnosis Low Back Pain, mendapatkan bahwa prevalensi herniasi diskus sebesar 76%, nerve root impingement 4%, degenerasi diskus 54%, annular tear 28%, dan stenosis spinal 31%. Berdasarkan hasil meta-analisis ini, herniasi diskus merupakan kelainan pada nyeri punggung bawah yang paling banyak didiagnosis dengan MRI.

                                               Gambar 3.1 MRI Lumbal Bulging disc, HNP                                                  Gambar 3.2 MRI Lumbal Degenerativ

 

Gambar 3.3 MRI Lumbal HNP sag & ax

Kondisi pasien dengan Nyeri Punggung Bawah Akut dapat dilakukan MRI Lumbal tanpa Kontras. Menurut ACR, bila terdapat kecurigaan proses keganasan, infeksi ataupun imunosupresi pemeriksaan MRI Lumbal tanpa dan dengan kontras sangat dianjurkan Pemeriksaan MRI Lumbal dengan indikasi low back pain dilakukan menggunakan sequen sagital Spin Echo (SE)/(FSE) T1, sequen sagittal Spin Echo (SE)/(FSE) T2 or coherent GRE T2*, axial , Spin Echo (SE)/Fast Spin Echo (FSE) T1, axial Spin Echo(SE)/Fast Spin Echo (FSE) T2 or coherent, GRE T2 *, dan sequen tambahan coronal Spin Echo(SE)/ Fast Spin Echo(FSE) T1, Axial/oblique SE/FSE T2, STIR.

Masing-masing sequen mempunyai kelebihan dan kelemahan yang berbeda-beda untuk dapat menghasilkan informasi yang sangat penting dalam mendiagnosa suatu kelainan pada obyek yang diperiksa termasuk pada sequen tambahannya (Westbrook, 2014).

PROSEDUR PEMERIKSAAN MRI LUMBAL

Sebelum dilakukan pemeriksaan MRI Lumbal, di Instalasi Radiologi RSUD Kota Mataram ada beberapa hal yang harus dilakukan petugas terkait persiapan pasien agar bisa didapatkan hasil citra yang optimal dan informatif, yaitu:

  1. Persiapan Pasien
  1. Menginformasikan kepada pasien mengenai prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan dan durasi waktu pemeriksaan dan melakukan persetujuan pemeriksaan tertulis berupa informent consent.
  2. Melakukan screening pada pasien dan menginstruksikan kepada pasien harus melepaskan semua aksesori yang terbuat dari logam. Adapun pasien yang memiliki implan logam, misalnya alat pacu jantung, tidak diperkenankan menjalani MRI dan harus dikonsultasikan ke dokter DPJP serta Radiologi.

  3. Pasien dalam kondisi kooperatif dan tenang. Pasien harus tenang sebelum, saat, hingga sesudah MRI agar proses berjalan lancar dan hasilnya dapat optimal. Bila merasa gugup, dan nyeri saat posisi tidur terlentang lama pasien harus memberi tahu dokter. Kadang diperlukan obat penenang agar pasien merasa relaks.
  4. Terutama bagi pasien yang memiliki klaustrofobia atau ketakutan berlebih terhadap ruangan yang sempit dan tertutup. Sebab, dalam proses MRI, pasien akan berada di dalam lorong mesin yang sempit yang bisa memantik klaustrofobia.
  5. Melakukan positioning pasien, pasien berbaring dan dibuat senyaman mungkin karena proses pemeriksaan dengan waktu yang lumayan lama sekitar 20-30 menit.
  6. Pasien diberikan penyumbat telinga atau headphone Karena akan ada suara bising dalam proses MRI, Pasien juga bisa mendengarkan musik dari headphone tersebut selama prosedur berlangsung utk menambah ketenagan dalam proses pemeriksaan.
     B. Persiapan Alat dan Bahan
  1. MRI Philips 1,5 Tesla
  2. Coil Spine
  3. Sponge
  4. Selimut
  5. Headphone/earplug
  6. Fiksasi Tubuh

Gambar 4.1. MRI PHILIPS 1,5 TESLA ACHIEVA di RSUD KOTA MATARAM

  C. Sequence MRI Lumbal
 

Sequence yang digunakan pada pemeriksaan MRI Lumbal pada kasus LBP di Instalasi Radiologi RSUD Kota Mataram adalah SURVEY, T2W_TSE COR, T2W_TSE SAG, T1W_TSE SAG, T2W SPAIR_TSE SAG, T2W_TSE AX, T1W_TSE AX, MYELO RADIAL. Sequence tersebut digunakan untuk melihat gambaran struktur anatomi lumbal dari CSF hingga syaraf cauda equina pada pasien sehingga dapat memudahkan radiologi dalam mengevaluasi kelainan pada pasien.

Gambar 4.2. Hasil MRI Lumbal di RSUD Kota Mataram

KESIMPULAN

Nyeri punggung bawah atau low back pain adalah kondisi ketika punggung bagian belakang terasa nyeri hebat hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Nyeri punggung akut atau kronis yang berlangsung lebih dari 3 bulan dapat dipertimbangkan untuk melakukan Pemeriksaan Magnetic    Resonance    Imaging    (MRI)    yang merupakan teknik pencitraan yang paling baik karena mampu menghasilkan citra High Resolution terhadap jaringan lunak untuk menghasilkan secara detail gambaran Lumbal dengan kualitas gambar yang optimal sebagai alat diagnostik agar dapat menegakkan diagnosa secara akurat sehingga pasien bisa mendapatkan tindakan dan terapi pengobatan yang tepat dari klinisi.

Itulah gambaran mengenai pemeriksaan MRI Lumbal yang tergolong dalam pemeriksaan yang cukup aman dan tingkat resikonya kecil karena tidak menggunakan radiasi. Pemeriksaan MRI memiliki kelebihan dan kekurangan, Namun jika dibandingkan dengan kelemahannya pemeriksaan MRI memliki lebih banyak keuntungannya sehingga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan pencitraan dalam menegakkan diagnosa.

TIPS

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA MEMILIKI KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) HINGGA MENGGANGGU AKTIVITAS KESEHARIAN?

  1. Mengurangi dan stop dulu aktifitas yang memberatkan tubuh.
  2. Kunjungilah Fasilitas Kesehatan Terdekat atau dokter spesialis.
  3. Berkonsultasilah kepada dokter jika dirasakan pemeriksaan MRI diperlukan guna mengetahui penyebab dari Nyeri Pinggang Bawah / Low Back Pain sehingga dapat dilakukan terapi dan tindak lanjut pengobatan yang tepat.
  4. Tentukan Faskes yang tepat dan memiliki Fasilitas Penunjang yang lengkap untuk kalian kunjungi. Ada beberapa pilihan Faskes yang dapat kalian kunjungi. RSUD Kota Mataram salah satunya yang merupakan Fasilitas Kesehatan di Kota Mataram yang memiliki dokter Spesialis yang Kompeten dibidangnya sehingga pasien tidak perlu khawatir.
Di RSUD Kota Mataram juga memiliki fasilitas penunjang yang lengkap sehingga pelayanan dapat dilakukan secara optimal. Dan juga ada tersedia modalitas MRI yang merupakan fasilitas penunjang unggulan dari radiologi, dimana modalitas MRI tidak banyak dimiliki oleh Rumah Sakit di Kota Mataram. Sehingga kalian jangan ragu untuk memeriksakan diri kalian ke RSUD Kota Mataram, jika mendapat keluhan LBP dengan gejala yang telah disebutkan pada artikel.



Penulis : Ayu Mandira Gandi

Berikan Komentar


Artikel Terpopuler

MENGENAL LEBIH DEKAT TERAPI CUCI DARAH / HEMODIALISA (HD)
Penulis : Ns. Relina Andri Rahayu.,S.Kep.

SIMRS RSUD Kota Mataram

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nonor 82 Tahun 2013 dijelaskan bahwa Setiap Rumah Sakit wajib menyelenggarakan SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Aplikasi penyelenggaraan SIMRS yang dibuat oleh Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.



Saran

Whatsapp

Location

Alamat

Jl. Bung Karno No. 3 Pagutan Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat

(0370) 640774

rsud_mataram@yahoo.com

Saran Dan Masukan Anda

© simrs#administrator#RSUDKotaMataram  All Rights Reserved. Edited by FHDEV