Artikel Kesehatan

BESTIE SROKE (BErsama Siswa TIngkatkan Edukasi STROKE)

BESTIE SROKE (BErsama Siswa TIngkatkan Edukasi STROKE)

Diterbitkan 24 Juli 2026 Penulis dr. Dara Primaditha Dibaca 245 kali Waktu 1 bulan yang lalu

“BESTIE SROKE (BErsama Siswa TIngkatkan Edukasi STROKE)”

 

 

Download Pedoman Bestie Stroke Disini

 

  • Dasar Hukum: Pedoman pelayanan stroke diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor H.K 01.07/MENKES/394/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stroke.Tata laksana stroke yang komprehensif harus dimulai dari pencegahan primer, fase hiperakut yaitu penanganan pra-rumah sakit, unit gawat darurat, fase akut perawatan di unit stroke, rencana pulang sampai restorasi/rehabilitasi agar pasien dapat mandiri lagi dan berkualitas hidup baik, serta pencegahan stroke sekunder bagi insan pasca-stroke. Tata laksana komprehensif ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan.
  • Permasalahan: Di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian yaitu sebesar 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian, dengan prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1000 penduduk di tahun 2023. Selain itu, tingginya biaya pengobatan karena stroke pada tahun 2023 mencapai 5,2 triliun. Diperkirakan sekitar 1,9 juta sel otak akan mati dalam setiap menitnya pada pasien stroke. Kerusakan tersebut dapat bersifat ireversibel sehingga dalam penanganannya dikenal prinsiptime is brain. Namun saat ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tanda dan gejala dini stroke, sehingga masyarakat masih menunda untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan.
  • Isu Strategis: Salah satu pencegahan primer yang dapat dilakukan adalah memperkenalkan tanda dan gejala stroke dini pada masyarakat. Stroke biasanya terjadi secara mendadak, yang mana tanda dan gejalanya dikenal dengan singkatan SeGeRa Ke RS(Senyum tidak simetris/mencong ke satu sisi, tersedak/sulit menelan air minum, Gerak separuh anggota tubuh melemah, Bicara Pelo, Kebas/kesemutan separuh tubuh, Rabun/pandangan salah satu mata kabur, dan Sakit kepala hebat). Program Bestie Stroke merupakan kegiatan penyebaran informasi tentang tanda dan gejala stroke kepada siswa SMP dan SMA di Kota Mataram. Dengan melibatkan siswa SMP dan SMA, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengidentifikasi gejala stroke menggunakan metode SeGeRa Ke RS dan meneruskan informasi penting ini kepada keluarga, terutama orang tua dan kakek-nenek, yang merupakan populasi berisiko lebih tinggi.
  • Metode Pembaharuan: Pada inovasi Bestie Stroke memperluas cakupan sasaran dalam sosialisasi pengenalan tanda dan gejala awal stroke yaitu dengan melibatkan siswa SMP sebagai agen perubahan dalam mengidentifikasi tanda dan gejala awal stroke di lingkungan keluarga masing-masing. Dengan inovasi Bestie Stroke diharapkan tidak terjadi penundaan dalam mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan ketika terjadi serangan stroke pada fase hiperakut pra-rumah sakit karena orang terdekat di lingkungan keluarga sudah terpapar tentang tanda dan gejala awal stroke. Serta mampu melakukan keterampilan praktis dalam melakukan panggilan darurat dan tindakan pertama saat melihat serangan stroke.
  • Tahapan Inovasi: Tahap pertama persiapan dan mengidentifikasi sekolah sasaran inovasi. Tahap kedua mengurus perizinan ke sekolah tujuan sosialisasi inovasi. Tahap ketiga sosialisasi. Tahap keempat monitoring dan evaluasi.
  • Keunggulan/Kebaharuan Inovasi: Kebaharuan dalam inovasi ini adalah membawa paradigma bring hospital to communityyaitu dengan melibatkan semakin banyak komunitas atau orang-orang terdekat pada populasi berisiko tinggi stroke untuk mengenali tanda dan gejala awal stroke serta dapat mengakses pertolongan kegawatdaruratan medis secara cepat dan tepat sehingga dapat mengurangi angka kematian dan kecacatan akibat stroke.
TUJUAN
  1. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMP tentang tanda dan gejala awal stroke.
  2. Memberikan pemahaman dan melatih siswa untuk mengenali tanda dan gejala stroke dengan cepat menggunakan metode SeGeRa Ke RS.
  3. Membentuk siswa SMP sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi penting tentang stroke kepada keluarga dan lingkungan terdekat mereka terutama orang tua dan kakek-nenek.
  4. Memberikan keterampilan praktis dalam melakukan panggilan darurat dan tindakan pertama saat melihat serangan stroke.
 
MANFAAT (Outcome/Dampak)
  1. Meningkatkan cakupan sasaran terkait pengenalan tanda dan gejala awal stroke bagi masyarakat.
  2. Meningkatkan kemampuan untuk mengakses panggilan kegawatdaruratan stroke.
  3. Memperluas jejaring penanganan code stroke pre-hospital.
  4. Menciptakan safe communitydi lingkungan masing-masing.
 
HASIL (Produk/Output)
  1. Peningkatan jumlah masyarakat yang mampu mengenali tanda dan gejala awal stroke dengan metode SeGeRa Ke RS.
  2. Peningkatan jumlah panggilan code stroke pre-hospitaluntuk dilakukan tatalaksana stroke di rumah sakit.
  3. Dalam jangka panjang diharapkan terdapat penurunan angka morbiditas, mortalitas dan kecacatan akibat serangan stroke.





Ditulis oleh dr. Dara Primaditha

Informasi ini ditujukan sebagai edukasi umum dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.

Berikan Komentar

Masuk untuk berkomentar

Gunakan akun Google agar nama dan identitas komentar Anda terverifikasi.

  Masuk dengan Google


Chatbot skrining dan konseling dengan psikolog RSUD Kota Mataram Silara