SIAGA HAI Sistem Informasi Dan Analisis Gejala Awal Healthcare Associated Infections
SIAGA HAI Sistem Informasi Dan Analisis Gejala Awal Healthcare Associated Infections

INOVASI DIGITAL KESELAMATAN PASIEN
SIAGA HAI: Deteksi Dini Infeksi Berbasis SIMRS
Sistem Informasi dan Analisis Gejala Awal Healthcare Associated Infections untuk memperkuat surveilans, respons cepat, dan pengambilan keputusan berbasis data di RSUD Kota Mataram.
|
SIAGA HAI mengubah data rutin pelayanan menjadi informasi yang lebih cepat, terintegrasi, dan dapat ditindaklanjuti untuk mencegah infeksi terkait pelayanan kesehatan. |
Mengapa SIAGA HAI Dibutuhkan?
Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan infeksi yang terjadi selama pasien mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan dan bukan sedang dalam masa inkubasi saat pasien masuk. Kejadian HAIs dapat meningkatkan angka kesakitan, memperpanjang lama rawat, menambah biaya pelayanan, serta memengaruhi mutu dan keselamatan pasien.
Sebelum pengembangan SIAGA HAI, surveilans digital melalui SIMRS masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterlambatan dan ketidaklengkapan pengisian data, monitoring yang belum optimal secara real-time, serta terbatasnya dukungan analisis untuk mengenali gejala awal infeksi. Kondisi tersebut membuat data surveilans belum sepenuhnya dapat digunakan sebagai dasar respons cepat.
Solusi Terintegrasi dalam SIMRS
SIAGA HAI (Sistem Informasi dan Analisis Gejala Awal Healthcare Associated Infections) dikembangkan sebagai sistem surveilans infeksi yang terintegrasi dalam SIMRS. Sistem ini menghubungkan data klinis pasien, indikator risiko infeksi, penggunaan alat invasif, kepatuhan bundles pencegahan, dan pelaporan unit pelayanan dalam satu platform.
Dengan dukungan Early Warning System (EWS), sistem dapat memberikan peringatan ketika ditemukan indikasi awal HAIs. Informasi tersebut diteruskan untuk diverifikasi dan dianalisis oleh Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), sehingga rekomendasi tindak lanjut dapat diberikan lebih cepat kepada unit terkait.
Cara Kerja SIAGA HAI
- Unit pelayanan: Petugas di IGD, Instalasi Bedah Sentral, unit intensif, dan rawat inap mengisi data surveilans serta parameter risiko infeksi secara berkala melalui SIMRS.
- Sistem SIAGA HAI: Data klinis dan surveilans dianalisis untuk menampilkan indikator risiko, notifikasi otomatis, tren infeksi, kepatuhan input, dan laporan berkala.
- Komite PPI: Tim melakukan verifikasi, validasi, analisis awal terhadap notifikasi EWS, serta berkoordinasi dengan DPJP dan unit terkait untuk menentukan tindak lanjut.
- Manajemen rumah sakit: Dashboard dan laporan digunakan untuk evaluasi mutu, penyusunan kebijakan, serta penguatan kepatuhan unit dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.
Keunggulan Utama
|
Keunggulan |
Nilai bagi pelayanan |
|
Deteksi dini otomatis |
EWS memberikan alert berdasarkan data klinis, penggunaan alat invasif, dan indikator pendukung lainnya. |
|
Monitoring real-time |
Dashboard menyajikan tren HAIs, penggunaan alat, serta kepatuhan bundles pencegahan. |
|
Validasi berjenjang |
Notifikasi diverifikasi oleh Komite PPI agar pelaporan dan tindak lanjut lebih akurat. |
|
Dukungan keputusan manajerial |
Ringkasan indikator mutu dan tren infeksi membantu pimpinan menetapkan langkah strategis. |
|
Efisien dan terintegrasi |
Inovasi memaksimalkan SIMRS yang sudah digunakan sehingga tidak memerlukan aplikasi terpisah. |
Dampak yang Diharapkan
- Meningkatkan kepatuhan dan ketepatan waktu pengisian surveilans oleh unit pelayanan.
- Memperkuat deteksi dini dan mempercepat respons terhadap potensi infeksi.
- Meningkatkan kualitas, kelengkapan, dan akurasi data HAIs.
- Memperkuat koordinasi antara unit pelayanan, Komite PPI, bidang SIMRS, dan manajemen.
- Mendukung penurunan kejadian HAIs yang dapat dicegah serta peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Pengembangan: Collaborative Infection Control Dashboard
SIAGA HAI terus dikembangkan melalui Collaborative Infection Control Dashboard. Dashboard interaktif ini memungkinkan setiap unit memantau tren HAIs secara real-time, baik pada unit masing-masing maupun secara agregat di tingkat rumah sakit. Informasi ditampilkan melalui grafik tren, indikator kewaspadaan, dan perbandingan antarunit agar lebih mudah dipahami dan segera ditindaklanjuti.
Pengembangan tersebut mendorong unit pelayanan menjadi pengguna aktif data, bukan sekadar pelapor. Setiap unit dapat melakukan evaluasi mandiri, meningkatkan kewaspadaan, dan berkolaborasi dengan Tim PPI dalam pengendalian infeksi. Bagi manajemen, dashboard menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih terukur dan berbasis data.
Komitmen untuk Pelayanan yang Lebih Aman
SIAGA HAI merupakan langkah strategis RSUD Kota Mataram dalam mengoptimalkan transformasi digital untuk pencegahan dan pengendalian infeksi. Melalui surveilans terintegrasi, deteksi dini, monitoring real-time, dan kolaborasi lintas unit, inovasi ini diharapkan mempercepat respons terhadap risiko infeksi sekaligus memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Berikan Komentar
Masuk untuk berkomentar
Gunakan akun Google agar nama dan identitas komentar Anda terverifikasi.
Masuk dengan Google