Artikel


Mari Berobat Sambil Berlibur dengan Layanan "Wisata Medis"

RSUD Kota Mataram

MATARAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram kembali mengepakkan sayap inovasinya. Kali ini dengan membuka layanan baru bernama ‘Wisata Medis’. Sebuah layanan yang bisa memberikan pengobatan sekaligus paket wisata bagi pasiennya. Sehingga sambil berobat, pasien bisa berwisata ria menikmati keindahan pulau Lombok.

dr. Emirald Isfihan, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Kota Mataram mengatakan dengan bahagia, RSUD Kota Mataram telah resmi menyediakan layanan wisata medisnya. Menteri Kesehatan RI telah memberikan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan RSUD Kota Mataram sebagai penyelenggara pelayanan wisata medis.

“Kita rumah sakit pertama yang mendapatkan SK layanan wisata medis ini di Indonesia,”. Terang dr Emirald, sambil menunjukkan SK Menteri Kesehatan RI yang diputuskan tanggal 13 Juli 2017 tersebut.

nullnull

Stan RSUD Kota Mataram di acara Indonesia Health Medical Treatment & Tourisme expo di jakarta (kiri) & Penandatanganan MoU RSUD Kota Mataram dengan PHRI & ASITA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (Kanan)

Menurut dr Emirald, wisata medis atau medical tourism merupakan rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan khusus bagi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun asing. Jika sebelumnya, konsep wisata medis diperuntukkan hanya bagi wisatawan asing saja, saat ini sudah diperuntukkan juga bagi wisatawan lokal dari luar daerah.

Menjadi yang pertama mendapatkan SK, tentu tidak mudah. dr Emirald mengatakan pihaknya telah berupaya dari tahun 2016 lalu. Namun tak hanya satu tahun penantian saja. Akan tetapi, syarat-syarat untuk mendapatkan SK tersebut, menurutnya tak semudah menolehkan kepala saat disapa secara tiba-tiba.

Pertama, rumah sakit harus merupakan kelas A, atau kelas B. “dalam ketentuan ini, rumah sakit kita sudah masuk kelas B,” terang dr emerald, syarat selanjutnya, rumah sakit harus terakreditasi paripurna atau bintang lima. Kemudian rumah sakit harus memiliki layanan unggulan. Terakhir, rumah sakit harus sudah bekerjasama dengan travel agen dan asuransi non profit.

“Alhamdulillah, kita sudah bisa memenuhi itu semua. Itulah sebabnya kita menjadi yang pertama di Indonesia,” tegas dr Emirald.

Menurut dr Emirald, sebenarnya RSUD Kota Mataram sudah melaksanakan pelayanan medical tourism, yakni dengan pelayanan chamber. Dan pada dasarnya, konsep wisata medis memberikan pelayanan pengobatan kepada pasien, namun sekaligus dapat berwisata.

“jadi pasien dating berobat ke rumah sakit, kemudian setelah berobat, pasien tersebut bisa berwisata. Jadi menginapnya bukan di rumah sakit, tapi di hotel. Sambil duduk memandang keindahan pantai. Jadi kita mengemasnya seperti itu. Menggabungkan medis dengan potensi wisata yang kita miliki,” terang dr Emirald.

Adapun untuk membangun kepercayaan pasien, khususnya yang di luar negeri, pihak rumah sakit sedang mengusulkan diri untuk mendapat akreditasi dari Join Commite International (JCI). dr. Emirald mengatakan, dengan mengantongi akrediasi JCI, pihaknya akan dapat membangun kepercayaan pasien di luar negeri.

“karena dengan layanan wisata medis ini, saingan kita bukan lagi nasional, tapi internasional. Itulah sebabnya, kita sedang gencar-gencarnya melakukan promosi di luar negeri,” kata dr Emirald.

Sementara, Wakil Direktur RSUD Kota Mataram, drg Devy Eka Hartini mengucapkan rasa syukurnya atas dipercayanya RSUD Kota Mataram sebagai penyelenggara layanan wisata medis. “Tentunya hal ini harus tetap kita jaga, bahkan tingkatkan. Terutama layanan, dan kualitas tenaga medis kita,” kata drg Devy.

Menurutnya, keunggulan yang akan diberikan RSUD Kota Mataram adalah memberikan layanan terbaik dengan harga yang lebih terjangkau dari rumah sakit lainnya yang menyediakan layanan serupa.

Ia juga mengatakan, semua inovasi di RSUD Kota mataram merupakan perjuangan yang tak pernah usai. Dengan adanya setiap layanan baru, layanan yang lama mesti dipertahankan kualitasnya. Karena semua itu berkaitan. Menjadi satu kesatuan.

Selamat menikmati layanan wisata medis RSUD Kota Mataram.

 

 

Sumber : Harian Lombok Post / cr-tih/adv

 

  • Bagikan